Bisnis

Cukai Minuman Berpemanis Diterapkan 2025, Begini Dampaknya ke Emiten Konsumer

JAKARTA – otoritas berusaha mencapai penerimaan cukai naik 6% menjadi Rp244 triliun pada 2025 mendatang. Salah satu upaya yang ditempuh untuk mencapai target yang dimaksud yakni melalui ekstensifikasi cukai secara terbatas pada Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK).

Adapun, pungutan cukai MBDK ditargetkan mencapai Rp4,4 triliun pada APBN 2024. Namun, hingga sekarang ini pungutan cukai yang disebutkan belum diimplementasikan dikarenakan pemerintah belum merilis aturan teknisnya.

“Secara kuantitatif, estimasi dampak negatif cukai MBDK bagi profitabilitas perusahaan konsumer baru dapat dihitung setelahnya pemerintah merilis detail teknis perhitungan cukai,” kata Lead Investment Analyst Stockbit, Edi Chandren di risetnya.

Edi menyebut, pemberlakuan aturan baru yang disebutkan memang sebenarnya akan berdampak pada beberapa emiten seperti PT Mayora Indah Tbk (MYOR) juga PT Industri Jamu juga Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), di dalam mana keduanya memiliki komoditas yang digunakan terekspos cukai minuman berpemanis masing-masing sebesar 25-30% lalu 15-20% dari total pendapatan.

“Kami menilai bahwa MYOR berpotensi merasakan dampak terbesar dari penetapan cukai ini, dihadiri oleh oleh SIDO,” imbuh Edi.

Namun secara kualitatif, Edi menilai dampak negatif yang disebutkan dapat diminimalisasi dengan beberapa cara yakni, perseroan dapat meluncurkan hasil sejenis yang tersebut lebih besar rendah gula alias less sugar. Selain itu, perseroan juga dapat meneruskan (pass–on) sebagian beban cukai ke di nilai jual produk.

Perihal kinerja, sepanjang enam bulan pertama tahun 2024, MYOR membukukan laba bersih sebesar Rp1,71 triliun, naik dari periode yang tersebut serupa tahun sebelumnya yang tersebut sebesar Rp1,21 triliun. Adapun, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp16,22 triliun, naik dari sebelumnya sebesar Rp14,81 triliun.

Sementara SIDO mengantongi laba bersih sebesar Rp608,49 miliar, naik 35,79% dari periode yang sebanding tahun 2023 lalu yang mana sebesar Rp448,10 miliar. Sejalan dengan itu, pelanggan SIDO juga naik 14,67% menjadi Rp1,89 triliun dari sebelumnya sebesar Rp1,65 triliun.

Related Articles

Back to top button
penerapan konsep smart city dalam laporan rupiahggmahjong ways membahas simbol yang sering muncul dalam runtuhan mbgmahjong ways menyuguhkan simbol eksotis dengan visual elegankajian mbg mengamati starlight princess melalui pola yang terlihatmahjong ways memahami variansi dengan sudut pandang lebih objektiftreasures of aztec mengenal peradaban kuno aztec ta6seputar fitur petir gates of olympus dan pengamatan komunitas mbgpanduan eksklusif mbg memahami ritme bermain mahjong ways 2mahjong ways menyajikan kombinasi simbol unik dengan visual menarikspadegaming brothers kingdom panduan pola runtuhan bk1lucky neko mengenal peran komunitas dalam mempertahankan popularitas game mbgmetode mbg menelaah gates of olympus dengan sudut pandang terbarustarlight princess mengenal perkalian dan fitur bonus dalam permainan mbgpengaruh media sosial terhadap remaja ulasan rupiahggstarlight princess 1000 perbedaan pengali hingga 1000x pr4panduan mbg menelaah starlight princess yang sering munculsistem acak menjadi fokus kajian transformasi formasi simbol logisfruit party dan mbg ditelaah dari sudut pandang metodis terbarulucky neko mengenal konsep keberuntungan dalam tema permainan mbgdiskursus mbg meninjau petir dan hujan emas di mahjong ways 2metode slot online efisien dengan hasil lebih konsistenstarlight princess dan fitur permainannya catatan komunitas mbgrahasia dapur sweet bonanza yang dibedah tuntas oleh mbgkpkgg menjelaskan cara membaca data mahjong ways dan perubahan pola permainan