Bisnis

Tak Setor Laporan Keuangan, BEI Denda Rp50 Juta per Emiten

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengenakan sanksi denda Rp50 jt terhadap perusahaan yang mana belum menyampaikan laporan keuangan per 30 Juni 2024. Sanksi yang dimaksud dikenakan oleh sebab itu emiten yang mana bersangkutan bukan menyampaikan laporan keuangan mulai hari kalender ke-31 hingga hari kalender ke-60 sejak lampaunya batas waktu penyampaian laporan.

Dalam keterbukaan informasi, dari 988 perusahaan tercatat, sebanyak 54 perusahaan di area Papan Utama lalu Pembangunan belum menyampaikan laporan keuangan hingga tanggal 30 Agustus 2024.

“Dikenakan Peringatan Tertulis II kemudian denda sebesar Rp50 Juta,” tulis manajemen BEI pada keterbukaan informasi pada Selasa (10/9/2024).

Baca Juga: OJK Bakal Buru Semua Pihak yang mana Terlibat pada Gratifikasi IPO

Adapun, emiten yang dikenakan sanksi denda yang dimaksud antara lain, PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY), PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU), PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT), PT Pan Brothers Tbk (PBRX), PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS), PT Visi Dunia Pers Asia Tbk (VIVA), PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) serta PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS).

Sementara itu, BEI juga mengenakan sanksi Peringatan Tertulis II untuk 2 perusahaan tercatat di dalam Papan Akselerasi yang belum menyampaikan laporan keuangan yakni, PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK) juga PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE). Serta, mengenakan sanksi Peringatan Tertulis I untuk PT Sepatu Bata Tbk (BATA).

Sanksi Peringatan Tertulis I juga diberikan terhadap PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) lantaran melakukan inovasi rencana penyampaian laporan keuangan periode 30 Juni 2024. Sebelumnya ditelaah secara terbatas menjadi unaudited, dan juga penyampaiannya melebihi batas waktu penyampaian laporan keuangan unaudited.

Baca Juga: Dugaan Skandal Gratifikasi IPO, BEI Diminta Terbuka Siapa Saja yang dimaksud Terlibat

Di sisi lain, sebanyak 27 perusahaan tercatat akan menyampaikan laporan keuangan sementara untuk periode yang digunakan berakhir 30 Juni 2024 yang dimaksud diaudit oleh Akuntan Publik. Juga, 2 perusahaan tercatat berbeda tahun buku yaitu Juni, akan menyampaikan laporan keuangan tahunan yang tersebut diaudit oleh Akuntan Publik untuk periode yang digunakan berakhir 30 Juni 2024.

Related Articles

Back to top button
penerapan konsep smart city dalam laporan rupiahggmahjong ways membahas simbol yang sering muncul dalam runtuhan mbgmahjong ways menyuguhkan simbol eksotis dengan visual elegankajian mbg mengamati starlight princess melalui pola yang terlihatmahjong ways memahami variansi dengan sudut pandang lebih objektiftreasures of aztec mengenal peradaban kuno aztec ta6seputar fitur petir gates of olympus dan pengamatan komunitas mbgpanduan eksklusif mbg memahami ritme bermain mahjong ways 2mahjong ways menyajikan kombinasi simbol unik dengan visual menarikspadegaming brothers kingdom panduan pola runtuhan bk1lucky neko mengenal peran komunitas dalam mempertahankan popularitas game mbgmetode mbg menelaah gates of olympus dengan sudut pandang terbarustarlight princess mengenal perkalian dan fitur bonus dalam permainan mbgpengaruh media sosial terhadap remaja ulasan rupiahggstarlight princess 1000 perbedaan pengali hingga 1000x pr4panduan mbg menelaah starlight princess yang sering munculsistem acak menjadi fokus kajian transformasi formasi simbol logisfruit party dan mbg ditelaah dari sudut pandang metodis terbarulucky neko mengenal konsep keberuntungan dalam tema permainan mbgdiskursus mbg meninjau petir dan hujan emas di mahjong ways 2metode slot online efisien dengan hasil lebih konsistenstarlight princess dan fitur permainannya catatan komunitas mbgrahasia dapur sweet bonanza yang dibedah tuntas oleh mbgkpkgg menjelaskan cara membaca data mahjong ways dan perubahan pola permainan