Nasional

Kisruh Parkir Berlangganan di Medan, Ombudsman Sumut Panggil Bobby Nasution

Medan – Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) memanggil Wali Perkotaan Medan Bobby Nasution terkait penerapan Peraturan Wali Perkotaan Medan Nomor 26 Tahun 2024 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelayanan Parkir Berlangganan Ditepi Jalan Umum. Bobby Nasution, kata Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut James Marihot Panggabean akan dimintai penjelasan terkait penerbitan Perwal tersebut, pada hari ini.

“Ombudsman Perwakilan Sumut mengawasi penerbitan Perwal Nomor 26 Tahun 2024 bertentangan dengan Perda tentang retribusi parkir yang dimaksud telah lebih tinggi dulu ada. Kami akan tanyai Wali Daerah Perkotaan Medan kemudian telusuri apakah ada maladministrasi penerbitan Perwal tentang parkir berlangganan tersebut,” kata James Panggabean terhadap Tempo, Mulai Pekan 22 Juli 2024.

Sebelum Perwal yang disebutkan resmi diberlakukan 1 Juli 2024 bertepatan ulang tahun Daerah Perkotaan Medan ke 434, Ombudsman, ujar Panggabean menyurati Wali Perkotaan Medan agar menunda parkir berlangganan sebelum Dinas Perhubungan mempersiapkan perangkat, rambu parkir juga pelaku parkir agar tidak ada menyebabkan permasalahan ditengah – sedang masyarakat. Sebab, kata Panggabean, mengubah cara pembayaran parkir dari elektronik parkir ke parkir belangganan dengan barcode stiker yang tersebut dibeli ke Dinas Perhubungan Perkotaan Medan, dianggap Ombudsman belum tersosialisasi.

“Ombudsman sudah menyurati Wali Daerah Perkotaan Medan Juni 2024 agar menunda penerapan parkir berlangganan oleh sebab itu akan berdampak pertentangan sosial. Akibatnya sekarang sanggup dilihat sudah ada berlangsung ketegangan atau konflik antar pemilik kendaraan dengan pelaku parkir sampai berubah menjadi urusan polisi,” kata Panggabean.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pusat Kota Medan Hasyim meminta-minta Wali Daerah Perkotaan Medan Bobby Nasution untuk meninjau ulang Perwal Nomor 26 Tahun 2024.

Sebab, katanya, penerapan parkir berlangganan dalam wilayah Daerah Perkotaan Medan terhitung pada 1 Juli 2024 dinilai sejumlah memunculkan kesulitan dalam lapangan.

“Kami minta supaya Perwal Nomor 26 Tahun 2024 ditunda, juga bila harus dibatalkan hanya akibat parkir berlangganan terbukti sejumlah persoalan lalu memunculkan konflik akibat memberatkan pemilik kendaraan. DPRD membantu upaya mendapatkan retribusi wilayah tapi jangan menyebabkan masalah,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Hasyim mengatakan, sebagai Ketua DPRD Medan, ia tidaklah pernah diajak mengkaji Perwal tersebut. Hasyim membantah pemberlakuan parkir berlangganan merupakan persetujuannya lalu sudah ada ketok palu dalam DPRD Medan. “Saya selaku Ketua DPRD Pusat Kota Medan bukan pernah menyetujui parkir berlangganan, apalagi disahkan berubah menjadi Perda,” ujar Hasyim.

Adapun Wali Pusat Kota Medan Bobby Nasution tiada menjawab telepon Tempo pada waktu dikonfirmasi apakah akan mengunjungi panggilan Ombudsman. Setali tiga uang, Pelaksana tugas Sekretaris Perkotaan Medan Topan Obaja Putra Ginting dan juga Kepala Dinas Perhubungan Perkotaan Medan Iswar Lubis juga tak membalas arahan singkat yang mana dilayangkan Tempo.

Besaran tarif retribusi parkir berlangganan Perkotaan Medan yakni Rp90.000/ tahun kendaraan roda dua lalu Rp130.000/tahun kendaraan roda empat juga Rp170.000/tahun kendaraan truk/bus. Selain itu pemilik kendaraan dari luar Pusat Kota Medan harus membayar parkir berlangganan per tahun meskipun cuma satu kali parkir ke ruas jalan Perkotaan Medan.

Dari penelusuran Tempo, perusahaan pengelola parkir berlangganan yang digunakan ditunjuk Pemko Medan antara lain PT Bintang Pertama Makmur mengurus parkir pada 117 ruas jalan kemudian mempekerjakan 350 juru parkir; PT Logika Garis Elektro mengatur parkir berlangganan pada 139 ruas jalan dan juga PT Citra Pembaharuan Utama mengatur parkir di dalam Jalan Orion, Jalan Nibung, Jalan Kirana dan juga jalan sekitar eks binaan eks Medan Plaza.

Artikel ini disadur dari Kisruh Parkir Berlangganan di Medan, Ombudsman Sumut Panggil Bobby Nasution

Related Articles

Back to top button
penerapan konsep smart city dalam laporan rupiahggmahjong ways membahas simbol yang sering muncul dalam runtuhan mbgmahjong ways menyuguhkan simbol eksotis dengan visual elegankajian mbg mengamati starlight princess melalui pola yang terlihatmahjong ways memahami variansi dengan sudut pandang lebih objektiftreasures of aztec mengenal peradaban kuno aztec ta6seputar fitur petir gates of olympus dan pengamatan komunitas mbgpanduan eksklusif mbg memahami ritme bermain mahjong ways 2mahjong ways menyajikan kombinasi simbol unik dengan visual menarikspadegaming brothers kingdom panduan pola runtuhan bk1lucky neko mengenal peran komunitas dalam mempertahankan popularitas game mbgmetode mbg menelaah gates of olympus dengan sudut pandang terbarustarlight princess mengenal perkalian dan fitur bonus dalam permainan mbgpengaruh media sosial terhadap remaja ulasan rupiahggstarlight princess 1000 perbedaan pengali hingga 1000x pr4panduan mbg menelaah starlight princess yang sering munculsistem acak menjadi fokus kajian transformasi formasi simbol logisfruit party dan mbg ditelaah dari sudut pandang metodis terbarulucky neko mengenal konsep keberuntungan dalam tema permainan mbgdiskursus mbg meninjau petir dan hujan emas di mahjong ways 2metode slot online efisien dengan hasil lebih konsistenstarlight princess dan fitur permainannya catatan komunitas mbgrahasia dapur sweet bonanza yang dibedah tuntas oleh mbgkpkgg menjelaskan cara membaca data mahjong ways dan perubahan pola permainan