Nasional

FSGI Sebut Guru Honorer Seharusnya Diangkat Kontrak Bukan Di-PHK

Jakarta – Federasi Serikat Guru Tanah Air atau FSGI menyokong pemerintah untuk mengontrak guru honorer, alih-alih melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal. Guru itu dapat disebut sebagai Guru Kontrak Sekolah. FSGI menafsirkan sekolah ke bervariasi area membutuhkan guru honorer lantaran jumlah agregat guru berstatus pegawai negeri sipil atau PNS dengan penggantinya tidak ada seimbang.

Sekretaris Jenderal FSGI, Heru Purnomo menjelaskan sepanjang guru yang digunakan bersangkutan dibutuhkan tenaganya, maka guru kontrak dapat berubah menjadi solusi. “Demi menghargai larangan pengangkatan pegawai non ASN untuk pengisian jabatan ASN sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023,” ucapnya melalui keterang resmi, dikutipkan Sabtu, 20 Juli 2024.

Selain itu, pembayaran gaji guru, kata dia, telah terjadi diatur di Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan juga Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 6 Tahun 2021 Pasal 12 tentang penyelenggaraan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Maka, dinas lembaga pendidikan kota atau kabupaten seharusnya memberikan izin untuk menugaskan guru honorer dan juga menanggung penghasilan merekan melalui dana BOS.

“Ikatannya Kitab Undang-Undang Hukum (KUH) Perdata, habis kontrak selesai kemudian bukan akan ada penuntutan di luar kesepakatan,” kata Heru.

Ia berujar setiap guru berjasa untuk mencerdaskan anak didiknya, maka perjuangannya harus dihargai. “Jasa guru mencerdaskan anak didik harus dihargai dengan cara peningkatan penyediaan dana untuk membayar guru penghargaan gurru honorer yang tersebut diperbesar secara signifikan,” ujarnya. 

Ia mengimbau sekolah yang dimaksud membutuhkan guru demi memfasilitasi permintaan penyaluran minat, bakat, serta kemampuan dapat memperjuangkan ketersediaan guru dengan mengusulkan pengangkatannya terhadap instansi atasan.  

Advokasi Perhimpunan Pendidikan lalu Guru (P2G) mencatatkan ada 107 laporan dari guru honorer jenjang SD, SMP, hingga SMA pada Ibukota yang tersebut mengalami pemecatan pada 5 Juli 2024, seiring dengan mulainya tahun ajaran baru 2024/2025 pada Juli ini. Meskipun, 76 persen di antaranya sudah pernah terdaftar pada dapodik dan juga miliki Nomor Unik Pendidik lalu Tenaga Kependidikan (NUPTK).

Artikel ini disadur dari FSGI Sebut Guru Honorer Seharusnya Diangkat Kontrak Bukan Di-PHK

Related Articles

Back to top button
penerapan konsep smart city dalam laporan rupiahggmahjong ways membahas simbol yang sering muncul dalam runtuhan mbgmahjong ways menyuguhkan simbol eksotis dengan visual elegankajian mbg mengamati starlight princess melalui pola yang terlihatmahjong ways memahami variansi dengan sudut pandang lebih objektiftreasures of aztec mengenal peradaban kuno aztec ta6seputar fitur petir gates of olympus dan pengamatan komunitas mbgpanduan eksklusif mbg memahami ritme bermain mahjong ways 2mahjong ways menyajikan kombinasi simbol unik dengan visual menarikspadegaming brothers kingdom panduan pola runtuhan bk1lucky neko mengenal peran komunitas dalam mempertahankan popularitas game mbgmetode mbg menelaah gates of olympus dengan sudut pandang terbarustarlight princess mengenal perkalian dan fitur bonus dalam permainan mbgpengaruh media sosial terhadap remaja ulasan rupiahggstarlight princess 1000 perbedaan pengali hingga 1000x pr4panduan mbg menelaah starlight princess yang sering munculsistem acak menjadi fokus kajian transformasi formasi simbol logisfruit party dan mbg ditelaah dari sudut pandang metodis terbarulucky neko mengenal konsep keberuntungan dalam tema permainan mbgdiskursus mbg meninjau petir dan hujan emas di mahjong ways 2metode slot online efisien dengan hasil lebih konsistenstarlight princess dan fitur permainannya catatan komunitas mbgrahasia dapur sweet bonanza yang dibedah tuntas oleh mbgkpkgg menjelaskan cara membaca data mahjong ways dan perubahan pola permainan