Sinergi otoritas serta Swasta untuk Wujudkan Pertanian Ramah Lingkungan

JAKARTA – Krakatau Posco membuktikan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan khususnya dalam pertanian. Hal ini diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian (Kementan).
Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Kementan, Fadjry Djufry mengatakan, MoU ini menandai langkah nyata perusahaan pada memanfaatkan sisa produksi berbentuk slag baja menjadi komoditas yang tersebut bermanfaat bagi pertanian.
“Saya optimis akan keberhasilan kerja identik ini. Karenanya, perlu dukungan lalu komitmen dari semua pihak baik sektor pemerintah maupun swasta untuk membantu pertanian ramah lingkungan,” kata Fadjry Djufry di keterangannya, Kamis (5/9/2024).
“Semoga kerja identik ini dapat mengakibatkan kebaikan yang digunakan tambahan besar bagi pertanian Indonesia,” tambahnya.
Acara penandatanganan yang mana berlangsung pada Selasa, 3 September 2024 bertempat dalam Park Hyatt Hotel, Jakarta. Kerja sejenis ini dijalankan bertujuan untuk pengembangan metode recycling slag (terak) baja untuk menyokong pertanian ramah lingkungan pada Indonesia.
Sebagai salah satu perusahaan baja terkemuka pada Indonesia, Krakatau Posco miliki komitmen yang mana kuat untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dari proses produksinya.
Kerja sebanding ini meliputi pengkajian pemanfaatan slag baja yang tersebut dimiliki oleh Krakatau Posco yang digunakan kaya akan komposisi silika juga berpotensi sebagai pembenah tanah ataupun sumber komponen baku pupuk silika.
Seluruh bentuk kerja sebanding yang tersebut dibentuk merupakan dukungan terhadap inisiatif pemerintah pada mewujudkan penurunan emisi gas rumah kaca melalui pemanfaatan slag baja Krakatau Posco
“Penelitian kolaboratif ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa pemanfaatan slag baja di pertanian mampu berkontribusi terhadap pengurangan emisi GRK, sejalan dengan upaya global untuk mengatasi pembaharuan iklim,” tutupnya.




