Utang Luar Negeri Bikin Rupiah Loyo, Angka Tukar Ditutup Rp15.699 per Dolar

JAKARTA – Angka tukar (kurs) rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah 24,5 poin atau 0,16 persen ke level Rp15.699 pasca sebelumnya di tempat Rp15.675 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat dibuka pada level Rp15.618 per dolar AS.
Pengamat bursa uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah melemah dipengaruhi nilai konsumen Amerika Serikat naik moderat pada bulan Juli kemudian peningkatan pemuaian tahunan melambat menjadi di tempat bawah 3 persen untuk pertama kalinya pada hampir 3-1/2 tahun, menguatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga bulan depan.
“Para peniaga lebih tinggi menyukai pemangkasan yang tersebut lebih lanjut kecil, 25 basis poin oleh Fed pada bulan September, menurut CME Fedwatch. Alat yang disebutkan sebelumnya mengindikasikan para tukang jualan terbagi berhadapan dengan pemangkasan 25 bps lalu 50 bps, dengan yang terakhir menyajikan prospek yang lebih besar baik untuk pangsa logam,” tulis Ibrahim pada risetnya, Kamis (15/8/2024).
Kekhawatiran pemodal menghadapi prospek respons Iran terhadap pembunuhan pemimpin kelompok Islam Palestina kelompok Hamas bulan lalu menggalang harga. Tiga pejabat senior Iran mengungkapkan bahwa hanya saja kesepakatan gencatan senjata pada Wilayah Gaza yang digunakan akan menahan Iran dari pembalasan segera terhadap negara Israel berhadapan dengan pembunuhan tersebut.
Pertumbuhan produksi pabrik Tiongkok melambat pada bulan Juli sementara produksi kilang turun untuk bulan keempat, yang digunakan menggarisbawahi pemulihan perekonomian negara yang dimaksud bukan merata, yang dimaksud juga membatasi kenaikan pasar.
Namun, rilis data pelanggan ritel di tempat Tiongkok bertambah lebih lanjut dari yang mana diharapkan pada bulan Juli, menghasilkan pemodal sebagian besar mengabaikan hasil yang tersebut lebih besar lemah dari perkiraan pada produksi sektor lalu penanaman modal aset tetap, sementara tingkat pengangguran Tiongkok juga secara tak terduga meningkat menjadi 4,2 persen.
Dari sentimen domestik, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II-2024 tercatat sebesar USD408,6 miliar. Utang valas ini berkembang sebesar 2,7 persen (yoy), lebih banyak tinggi dibandingkan peningkatan sebesar 0,2 persen (yoy) pada triwulan I 2024. Pengembangan yang disebutkan bersumber dari ULN sektor masyarakat maupun swasta.
Sementara itu, ULN pemerintah kembali mencatat kontraksi pertumbuhan. Tempat ULN pemerintah pada triwulan II-2024 sebesar USD191,0 miliar, atau mencatatkan kontraksi peningkatan 0,8 persen (yoy), berlanjut dari kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 0,9% (yoy).
Hal yang dimaksud dipengaruhi oleh penyesuaian penempatan dana penanam modal nonresiden pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik seiring dengan masih tingginya ketidakpastian lingkungan ekonomi keuangan global.
Berdasarkan data diatas, mata uang rupiah untuk perdagangan berikutnya diprediksi bergerak fluktuatif, namun kembali ditutup menguat di dalam rentang Rp15.630 – Rp15.720 per dolar AS.






