Bisnis
Baznas pacu optimasi zakat guna kembangkan budaya halal usaha mikro

Kami mengamati terdapat kemungkinan besar di usaha mikro untuk menjadi pilar kegiatan ekonomi umat yang kuat. Dengan merancang kemudian mengembangkan budaya halal, usaha mikro dapat tambahan kompetitif
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memacu optimasi zakat untuk mengembangkan budaya halal pada sektor usaha mikro.
"Kami mengamati terdapat peluang besar di bisnis mikro untuk menjadi pilar dunia usaha umat yang mana kuat. Dengan mendirikan lalu mengembangkan budaya halal, usaha mikro dapat tambahan kompetitif juga mendapatkan kepercayaan dari konsumen," kata Pimpinan Baznas RI Sektor Transformasi Digital Nasional Nadratuzzaman Hosen melalui pernyataan ke Jakarta, Rabu.
Nadratuzzaman mengkaji pendayagunaan zakat tiada semata-mata terbatas pada bantuan konsumtif, tetapi juga harus diarahkan pada program-program produktif yang tersebut berkelanjutan.
Ia mengatakan sertifikasi halal merupakan sebuah langkah strategis di merancang budaya halal. Menurutnya, zakat dapat digunakan untuk membantu pelaku perniagaan pada memperoleh sertifikasi halal pada sektor usaha mikro.
"Adapun ruang lingkup sertifikasi halal meliputi makanan, minuman, kosmetik, obat-obatan, juga barang gunaan. Karena misalnya sekadar kita memakan makanan yang mana haram bila dikonsumsi, maka 40 hari doa kita tidaklah diterima. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kehalalan pada keberadaan sehari-hari kita," jelasnya.
Menurut Nadratuzzaman, budaya halal adalah nilai, keyakinan, serta norma, yang tersebut membentuk pola pikir untuk menghasilkan kembali perilaku yang dimaksud konsisten pada menjamin kehalalan ke seluruh rantai pasok.
Dalam menjamin kehalalan pada produk, kata dia, jaminan barang halal bukanlah hanya saja tanggung jawab pelaku perniagaan (produsen), namun juga pemerintah, industri, operator bisnis, serta konsumen.
"Budaya halal bertujuan memberikan jaminan hasil halal untuk konsumen Muslim," tegasnya.
Dalam hal ini Nadratuzzaman juga menyoroti terkait kesediaan juga akses material halal yang mana harus ringan diakses lalu didapatkan pelaku usaha di menciptakan juga mendirikan budaya halal.
"Kami berharap jaminan halal ini berubah jadi kesadaran kemudian budaya yang mana harus ditegakkan oleh semua pihak. Menegakkan budaya halal adalah menyelamatkan umat kita. Budaya halal harus berubah jadi bagian integral dari keberadaan sehari-hari kita," ucap Nadratuzzaman Hosen.
Artikel ini disadur dari Baznas pacu optimasi zakat guna kembangkan budaya halal usaha mikro






