Besok, Pj Kepala Daerah Bogor paparkan konsep penataan Puncak ke Wapres

Konsolidasi hari ini untuk melakukan konfirmasi data yang dimaksud akan disampaikan terhadap Wakil Presiden itu valid, akurat juga memang sebenarnya itulah yang mana dibutuhkan rakyat area ini
Kabupaten Bogor – Penjabat Kepala Daerah Bogor Asmawa Tosepu segera menemui Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin pada Mulai Pekan (15/7) untuk memaparkan konsep penataan Kawasan Wisata Puncak Wilayah Bogor, Jawa Barat.
Asmawa pada waktu rapat sama-sama para kepala organisasi perangkat wilayah (OPD) eksekutif Kota Bogor di Rest Area Gunung Mas, Cisarua, Minggu, mengungkapkan bahwa konsep penataan Puncak juga telah terjadi ditunggu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Konsolidasi hari ini pada rangka melakukan konfirmasi data yang digunakan akan disampaikan terhadap Wakil Presiden itu valid, akurat lalu memang sebenarnya itulah yang tersebut dibutuhkan warga area ini terkait perkembangan kawasan Puncak," ungkap Asmawa.
Ia menyebutkan beberapa hal yang akan disampaikan terhadap Wapres yaitu mengenai evaluasi dua pekan terakhir dengan para kepala OPD pasca pemindahan penjual kaki lima (PKL) ke Rest Area Gunung Mas.
Kemudian, kata dia, dari evaluasi yang disebutkan otoritas Wilayah Bogor sudah mengantongi beberapa hal yang mana bermetamorfosis menjadi keperluan untuk penataan kawasan Puncak.
"Karena secara teknis OPD itu sudah ada melakukan pemetaan, inventarisasi permasalahan kemudian nanti rencana penanganannya," ujarnya.
Asmawa juga akan menyampaikan rencana relokasi penjual tahap dua yang mana ketika ini sedang pada langkah-langkah administrasi merupakan teguran tertoreh terhadap para PKL.
Karena, kata dia, masih ada sebanyak 194 PKL yang digunakan akan dipindah ke rest area dengan cara penertiban lapak-lapaknya pada sepanjang jalur Puncak.
"Mekanisme administrasi sekarang tahap pemberian teguran ketiga juga kita akan komunikasikan ke Pak Wakil Presiden tahapan relokasinya. Insya Allah dari pengalaman (penertiban) pertama, akan lebih banyak solid lagi dengan dukungan dari TNI, Polri dan juga lain-lain," kata Asmawa.
Asmawa mengawasi dengan segera penertiban PKL tahap pertama di dalam Kawasan Puncak pada Mulai Pekan (24/6), meskipun mendapat penolakan dari sebagian pedagang.
Pada penertiban lapak tukang jualan ini, eksekutif Wilayah Bogor meratakan 331 bangunan di dalam sepanjang Jalur Puncak, terdiri menghadapi 181 bangunan dari Gantole hingga Rest Area Gunung Mas, dan juga 131 bangunan dari Simpang Taman Safari Tanah Air hingga Rest Area Gunung Mas.
Ia melakukan konfirmasi perekonomian peniaga kaki lima atau PKL di Kawasan Wisata berubah jadi lebih tinggi baik pasca pindah ke Rest Area Gunung Mas.
Pembangunan rest area di lahan seluas 7 hektare milik PT Perkebunan Nusantara VIII ini sudah pernah dilaksanakan sejak tahun 2020-2021.
Rest Area Gunung Mas miliki kapasitas 516 kios terdiri dari 100 kios untuk penjual basah seperti sayur kemudian buah, dan juga 416 kios untuk penjual kering seperti oleh-oleh dan juga camilan. Masing-masing kios miliki luas 11 meter persegi baik basah maupun kering.
Artikel ini disadur dari Besok, Pj Bupati Bogor paparkan konsep penataan Puncak ke Wapres





