Chrome Versi 155 Mendapat Pembaruan Keamanan, Pengguna Windows dan Mac Perlu Memeriksa Versi

Google kembali memperbarui Chrome versi 155 untuk Windows dan Mac pada Oktober 2026 guna memperbaiki berbagai kerentanan keamanan yang ditemukan pada browser. Pembaruan tanggal 13 Oktober menangani 37 masalah keamanan, disusul perbaikan tambahan pada 15 Oktober yang mencakup 10 kerentanan. Rilis terbaru tersebut membawa Chrome ke versi 155.0.8059.84/.85 untuk Windows dan macOS. Dalam perkembangan TEKNOLOGI keamanan digital, pembaruan ini penting karena browser menjadi pintu utama untuk mengakses layanan perbankan, pekerjaan, komunikasi, dan berbagai akun pribadi. Pengguna disarankan memeriksa versi Chrome serta memastikan proses pembaruan benar-benar selesai agar perlindungan terhadap celah yang telah diketahui dapat diterapkan.
Rilis Terbaru Chrome Versi 155 Menangani Sejumlah Kerentanan
Rilis terbaru peramban Google membawa perkembangan signifikan dalam pengamanan perangkat komputer. Pada 13 Oktober 2026, Google menangani 37 masalah keamanan pada versi Stable Channel browser. Pemutakhiran yang diumumkan memperbaiki masalah keamanan dari berbagai kategori. Sebagian masalah yang teridentifikasi melibatkan kesalahan pemrosesan data. Jika dimanfaatkan oleh penyerang, risikonya dapat memengaruhi keamanan perangkat. Oleh sebab tersebut, pengguna dianjurkan menggunakan versi yang telah diperbaiki.
Dua hari setelah pembaruan sebelumnya, Google menerbitkan versi stabil berikutnya yang menangani 10 masalah keamanan. Rilis tersebut adalah 155.0.8059.84/.85 untuk Windows dan Mac, sementara Linux menggunakan 155.0.8059.84. Informasi versi resmi ini menjadi acuan ketika mengevaluasi instalasi Chrome. Walaupun pembaruan telah diumumkan, distribusinya dilakukan secara bertahap. Dengan demikian, proses pembaruan dapat berbeda antarpengguna. Pemilik komputer dengan sistem operasi Windows dan macOS dianjurkan mengecek kondisi browser secara langsung daripada menunggu munculnya notifikasi tertentu.
Risiko Celah Keamanan Browser terhadap Data dan Aktivitas Internet
Peramban web Google memiliki fungsi strategis dalam penggunaan layanan internet modern. Dengan memanfaatkan aplikasi penjelajahan web, pengguna dapat membuka email, melakukan transaksi digital, serta mengelola berbagai dokumen. Karena memiliki peranan luas, perlindungan browser menjadi semakin penting. Jenis kerentanan yang perlu diperhatikan adalah gangguan dalam pemrosesan objek program. Apabila penyerang berhasil memanfaatkan kelemahan, kesalahan pemrosesan mungkin membuka peluang penyalahgunaan. Meskipun risiko tersebut perlu diwaspadai, tidak setiap celah otomatis menyebabkan pencurian data.
Melalui pemutakhiran Chrome 155 sebelumnya, perbaikan mencakup kelemahan keamanan berisiko tinggi. Sebagai ilustrasi kerentanan yang ditangani adalah CVE-2026-110152, yang dikategorikan sebagai buffer overflow di komponen ANGLE. Lapisan perangkat lunak ANGLE menjadi bagian dari pengolahan tampilan berbasis grafis. Pada rilis tanggal 15 Oktober, Google menyelesaikan kelemahan kritis dengan kode CVE-2026-110922 yang berkaitan dengan kesalahan penggunaan memori pada Prerender. Masalah semacam ini membutuhkan perhatian karena dapat memengaruhi perilaku aplikasi. Melalui pemutakhiran resmi, jalur eksploitasi yang diketahui dapat ditutup.
Cara Mengetahui Versi Google Chrome di Windows dan Mac
Cara paling sederhana mengetahui versi browser adalah mengakses menu About Google Chrome. Pengguna dapat memulainya dengan menjalankan aplikasi Google Chrome. Sesudah Chrome berhasil dijalankan, klik ikon tiga titik pada sudut kanan atas. Pada tahap berikutnya, buka Bantuan lalu Tentang Google Chrome. Melalui halaman tersebut, pengguna dapat melihat versi yang terpasang. Chrome juga akan memeriksa pembaruan ketika halaman tersebut dibuka. Melalui langkah ini, status browser dapat diketahui secara langsung.
Untuk Chrome Stable di Windows maupun macOS, Google mencantumkan versi 155.0.8059.84/.85 pada pembaruan tanggal 15 Oktober. Namun demikian, pembaruan berikutnya mungkin menghadirkan nomor build lebih tinggi. Apabila browser masih menggunakan versi lebih lama, izinkan browser mengunduh paket terbaru. Dalam lingkungan kerja dengan pengaturan administrator, jadwal instalasi dapat ditentukan pengelola IT. Apabila proses update dibatasi, periksa kebijakan pengelolaan perangkat. Mengunduh installer dari sumber tidak resmi bukan langkah yang dianjurkan karena keaslian paket sulit dipastikan.
Panduan Memperbarui Browser Chrome dengan Aman
Setelah mengetahui versi aplikasi, penting untuk memverifikasi penerapan paket keamanan. Google Chrome memiliki mekanisme pembaruan otomatis yang memungkinkan penerimaan paket pembaruan secara otomatis. Meskipun update dapat dipersiapkan oleh aplikasi, sebagian pembaruan membutuhkan peluncuran ulang. Ketika tombol Relaunch muncul, simpan pekerjaan yang belum selesai. Kemudian, klik Relaunch agar komponen yang telah diperbarui mulai digunakan. Pada umumnya Chrome berusaha mengembalikan tab sebelumnya, tetapi aktivitas tertentu bisa membutuhkan tindakan ulang.
Sesudah browser aktif kembali, buka kembali halaman About Google Chrome. Pemeriksaan lanjutan ini memudahkan identifikasi update yang masih tertunda. Apabila Chrome menampilkan status mutakhir, pengguna biasanya telah menyelesaikan proses update. Namun, status tersebut tidak menjamin perlindungan menyeluruh. Bagi pengguna Windows, pembaruan Windows tetap harus diperhatikan. Di sisi macOS, pembaruan macOS perlu dilakukan sesuai dukungan perangkat. Berkat pembaruan pada berbagai komponen, potensi gangguan dari kerentanan yang diketahui dapat ditekan.
Fitur Keamanan Chrome untuk Melindungi Data Pribadi Pengguna
Di samping menyelesaikan pembaruan, pengguna dapat memeriksa fitur Safety Check. Sebagai langkah pengamanan tambahan, akses pengaturan Chrome pada bagian Privacy and security. Selanjutnya, akses fasilitas Safety Check yang tersedia. Alat bawaan Chrome tersebut memberikan informasi mengenai pengaturan yang memerlukan perhatian. Kategori yang diperiksa dapat berkaitan dengan sandi dan ekstensi. Jika muncul rekomendasi, periksa rincian sebelum mengambil tindakan. Pemeriksaan sederhana ini memberikan gambaran mengenai kondisi keamanan pengguna.
Fitur penting lainnya adalah Google Safe Browsing. Sistem tersebut mendukung identifikasi halaman berisiko seperti website phishing dan distribusi malware. Pengguna dapat memeriksa pengaturannya, masuk ke menu Security pada pengaturan Chrome. Pada halaman keamanan browser, tersedia pilihan Standard protection dan Enhanced protection. Pilihan keamanan tambahan menawarkan pengawasan keamanan lebih luas, tetapi melibatkan pemrosesan informasi tambahan oleh Google. Dengan demikian, tingkat perlindungan perlu ditentukan sesuai kebutuhan.
Kesimpulan tentang Pembaruan Keamanan Google Chrome Versi 155
Pembaruan Google Chrome versi 155 menegaskan pentingnya penggunaan perangkat lunak terbaru. Dengan penanganan 37 masalah keamanan tanggal 13 Oktober dan pembaruan berikutnya yang mencakup 10 kerentanan, pemeriksaan status browser menjadi langkah penting. Bagi pengguna komputer desktop yang kompatibel, versi 155.0.8059.84/.85 menjadi acuan rilis tanggal 15 Oktober. Meskipun nomor versi telah diketahui, pengguna perlu menerima rilis lanjutan jika telah diterbitkan. Berkat fitur informasi versi bawaan, proses pengecekan tidak membutuhkan aplikasi tambahan.
Seiring semakin luasnya penggunaan TEKNOLOGI internet, peramban web memiliki peranan besar dalam aktivitas digital. Memasang pembaruan secara rutin membantu mengurangi risiko kerentanan yang diketahui. Walaupun aplikasi telah mendapatkan patch, kebiasaan membuka tautan harus diperhatikan. Penerapan password berbeda untuk setiap layanan, autentikasi multifaktor, serta peninjauan pengaya yang terpasang menjadi bagian penting dari kebiasaan digital yang aman. Apa pendapat Anda, apakah pembaruan otomatis Google Chrome sudah cukup memudahkan pengguna? Sampaikan pandangan Anda mengenai cara menjaga keamanan Google Chrome.






