Info Tekno

DPR AS Resmi Larang Penggunaan WhatsApp di Perangkat Pemerintahan Mengapa?

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat kini secara resmi melarang seluruh anggotanya untuk menggunakan aplikasi WhatsApp pada perangkat pemerintahan mereka. Larangan ini diberlakukan demi alasan keamanan siber yang lebih ketat, menimbulkan perdebatan tentang privasi dan perlindungan data pengguna.

Alasan di Balik Larangan WhatsApp oleh DPR AS

Kepala Administrasi (CAO) DPR AS mengeluarkan aturan ini melalui email, mengklasifikasikan WhatsApp sebagai aplikasi berisiko tinggi. Kekhawatiran utama muncul dari kurangnya transparansi Meta, perusahaan induk WhatsApp, terkait metode perlindungan data pengguna. Selain itu, CAO DPR AS menyoroti klaim bahwa WhatsApp tidak memiliki enkripsi data yang tersimpan, yang berpotensi meningkatkan risiko keamanan.

Oleh karena itu, seluruh staf kongres diinstruksikan untuk tidak mengunduh atau menggunakan WhatsApp pada perangkat resmi, baik itu ponsel, desktop, maupun jenis perangkat lainnya. Larangan ini bahkan meluas hingga melarang staf menyimpan WhatsApp di browser perangkat mereka, meskipun tidak diinstal atau digunakan secara langsung.

“Jika Anda memiliki aplikasi WhatsApp di perangkat yang dikelola DPR, Anda akan dihubungi untuk menghapusnya,” demikian kutipan dari email CAO DPR AS, seperti dilaporkan The Verge pada Selasa, 24 Juni.

Alternatif Aplikasi Pesan untuk Anggota DPR AS

Sebagai solusi, anggota DPR AS disarankan untuk beralih ke aplikasi perpesanan alternatif yang dianggap lebih aman. Pilihan yang direkomendasikan meliputi aplikasi bawaan perangkat seperti Google Messages, iMessage, dan FaceTime. Selain itu, aplikasi pihak ketiga seperti Microsoft Teams, Signal, dan Wickr juga masuk dalam daftar yang disetujui.

Bantahan Meta Terkait Klaim Keamanan WhatsApp

Menanggapi larangan ini, Direktur Komunikasi Meta, Andy Stone, memberikan pernyataan di akun X miliknya. Stone membantah tegas klaim bahwa WhatsApp memiliki risiko keamanan yang tinggi.

Ia menekankan bahwa WhatsApp menerapkan sistem enkripsi end-to-end secara default. Ini berarti pihak ketiga, termasuk WhatsApp dan Meta sendiri, tidak dapat membaca pesan pengguna. Dengan demikian, tuduhan CAO DPR AS dinilai tidak valid oleh Stone.

“Ini adalah tingkat keamanan yang lebih tinggi daripada sebagian besar aplikasi pada daftar yang disetujui CAO yang tidak menawarkan perlindungan itu,” ujar Stone pada Senin, 23 Juni.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
penerapan konsep smart city dalam laporan rupiahggmahjong ways membahas simbol yang sering muncul dalam runtuhan mbgmahjong ways menyuguhkan simbol eksotis dengan visual elegankajian mbg mengamati starlight princess melalui pola yang terlihatmahjong ways memahami variansi dengan sudut pandang lebih objektiftreasures of aztec mengenal peradaban kuno aztec ta6seputar fitur petir gates of olympus dan pengamatan komunitas mbgpanduan eksklusif mbg memahami ritme bermain mahjong ways 2mahjong ways menyajikan kombinasi simbol unik dengan visual menarikspadegaming brothers kingdom panduan pola runtuhan bk1lucky neko mengenal peran komunitas dalam mempertahankan popularitas game mbgmetode mbg menelaah gates of olympus dengan sudut pandang terbarustarlight princess mengenal perkalian dan fitur bonus dalam permainan mbgpengaruh media sosial terhadap remaja ulasan rupiahggstarlight princess 1000 perbedaan pengali hingga 1000x pr4panduan mbg menelaah starlight princess yang sering munculsistem acak menjadi fokus kajian transformasi formasi simbol logisfruit party dan mbg ditelaah dari sudut pandang metodis terbarulucky neko mengenal konsep keberuntungan dalam tema permainan mbgdiskursus mbg meninjau petir dan hujan emas di mahjong ways 2metode slot online efisien dengan hasil lebih konsistenstarlight princess dan fitur permainannya catatan komunitas mbgrahasia dapur sweet bonanza yang dibedah tuntas oleh mbgkpkgg menjelaskan cara membaca data mahjong ways dan perubahan pola permainan