Profil Brian Norman, Ketiban Durian Runtuh Sabuk Juara WBO Terence Crawford

Profil Brian Norman, petinju yang tersebut ketiban durian runtuh sabuk juara kelas welter WBO Terence Crawford yang digunakan naik kelas welter super. Brian Norman Jr. menikmati kenaikannya menjadi juara dunia kelas welter WBO baru-baru ini.
Namun pria berusia 23 tahun ini bukan akan berpuas diri, ia mengincar pertarungan unifikasi.
Brian Norman yang dimaksud miliki rekor (26-0, 20 KO) mengamankan gelar kejuaraan pengganti dengan kemenangan KO berhadapan dengan Giovani Santillan pada kota kelahiran Santillan, San Diego. Ketika Terence Crawford kemudian mengosongkan gelar kejuaraan penuh, beliau ditetapkan sebagai juara dalam salah satu divisi paling glamor di tempat dunia. Norman, yang berasal dari Conyers, Georgia, terfokus untuk mencetak prestasi dengan menyatukan kelas welter 66,6 kg.
Apakah itu melawan Mario Barrios (WBC), Jaron Ennis (IBF) atau Eimantas Stanionis (WBA), Norman sangat ingin bertarung melawan salah satu atau semua pemegang peringkat lainnya. ”Perasaan yang digunakan luar biasa, namun saya merasa masih banyak yang tersebut harus saya lakukan,” kata Norman. ”Masih ada tiga sabuk lagi yang harus saya raih, maka saya tidak ada puas cuma dengan satu itu.”
Ambisinya sangat jelas. ”Saya cuma menginginkan penyatuan,” tambahnya. “Saya tidak ada peduli siapa yang tersebut berikutnya. Saya tidak ada peduli apa urutannya. Saya belaka menginginkan sabuk saya.”
Bahkan sebelum gelar kejuaraan itu secara resmi menjadi miliknya, keyakinan Norman tak tergoyahkan. ”Saya sudah ada meyakini bahwa saya adalah sang juara, maka itu tidak ada ada bedanya,” katanya. ”Itu cuma membakar semangat saya. Fakta bahwa saya adalah sang juara ketika ini semata-mata meningkatkan kekuatan hal itu. Kini saya menjadi target, maka saya harus meningkatkan permainan pembunuh saya lalu menghentikan semua orang yang masuk ke pada ring bersatu saya – bahkan yang digunakan lebih lanjut buruk lagi.”
Ayah juga instruktur Norman, Brian Norman Sr. sangat senang dengan pencapaian anaknya. Norman Jr., yang tersebut mengakibatkan nama ring ayahnya, “The Assassin,” sudah pernah menjadikannya sebagai julukan juara di keluarga.
”Ia adalah orang yang dimaksud paling bersemangat tentang hal itu,” kata Norman Jr. tentang ayahnya.
”Anda dapat meneleponnya sekarang, juga ia mungkin saja masih berusia 1.000 tahun. Dia akan setiap saat membicarakannya. Itu sangat berarti lantaran beliau melakukan semuanya sendiri, sejak usia yang tersebut sangat muda – lebih tinggi muda dari saya sekarang. Ia mampu membesarkan, melatih dan juga membentuk seseorang juara dari bawah selama 23 tahun.”
Dengan laga unifikasi yang mana diincarnya, Norman siap membuktikan dirinya lebih besar terpencil lagi. ”Saya harus melenyapkan setiap target yang dimaksud masuk ke pada ring,” katanya.






