Jadi Armada Gelapnya LNG Rusia, Amerika Serikat Beri Sanksi ke 7 Kapal Tanker

JAKARTA – Amerika Serikat sudah pernah menjatuhkan sanksi terhadap tujuh kapal pengangkut gas alam cair yang tersebut terkait dengan Rusia. Kapal-kapal LNG yang mana diberi sanksi yang disebutkan termasuk Pioneer lalu Asya Energy. Padahal, berdasarkan data Departemen Keuangan, Amerika Serikat telah terjadi menyetujui dua perusahaan kapal tanker yang dimaksud untuk pengiriman pertama yang tersebut memuat LNG Arktik 2.
Langkah sanksi terbaru ini menggarisbawahi betapa cepatnya Amerika sia bertindak. Arctic LNG 2 memuat kargo pertama yang mana dicurigai kurang dari sebulan yang tersebut lalu. Sanksi yang disebutkan merupakan pukulan baru bagi Rusia. Sebab, negara yang dijuluki ‘beruang merah’ ini menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengembangkan armada kapal tanker bayangan untuk LNG. Hal ini merupakan cara yang tersebut sebanding seperti yang diadakan untuk mengangkut minyak mentah.
Kapal-kapal yang disebutkan dikatakan sebagai “armada gelap” lantaran kepemilikannya yang mana tidak ada jelas. Korporasi asuransi pada kapal itu juga bukan dikenal, dan juga menerapkan praktik ilegal seperti menyembunyikan lokasi dengan mematikan atau memanipulasi sistem identifikasi otomatis.
Pemuatan dua pengiriman di dalam Arctic LNG 2 terlihat melalui citra satelit. Pembeli kargo kapal Pioneer kemudian Asya Energy sampai ketika ini masih belum jelas. Pioneer diposisikan di tempat utara Terusan Suez pada hari Hari Jumat di tempat Mediterania. Sedangkan, Asya Energy muncul pada lepas pantai Norwegia.
AS memberlakukan sanksi terhadap kilang LNG 2 Arktik pada akhir tahun lalu, sehingga menghambat ekspor energi Rusia. Pembatasan yang dimaksud memproduksi perusahaan asing menjauh dan juga menghentikan pengiriman kapal induk ke Rusia. Namun, kemungkinan besar Rusia berhasil menghindari pembatasan yang disebutkan dengan menggunakan armada bayangan.
Benjamin L. Schmitt, peneliti senior pada Pusat Kebijakan Tenaga Kleinman Universitas Pennsylvania, menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat di tempat bawah pemerintahan Biden telah lama fokus pada sanksi Rusia yang dimaksud memiliki target LNG lalu tindakan hari hari terakhir pekan yang dimaksud merupakan bukti lebih tinggi lanjut ke arah penekanan aktivitas komersial dari LNG Arktik 2.
“Ini adalah langkah pertama yang tersebut sangat besar untuk meyakinkan hal ini diatasi,” kata Schmitt dikutipkan dari BNN Blomberg, Hari Senin (26/8/2024)
“Kami belum pernah mengawasi sanksi diberlakukan secepat ini sebelumnya.” sambungnya
Schmitt mengungkapkan akan menarik untuk mengawasi apakah aktivitas sanksi yang disebutkan akan menghalangi entitas lain mengirimkan kapal LNG ke kilang tersebut. Otoritas AS, UE, serta Inggris telah terjadi menjatuhkan sanksi terhadap puluhan kapal tanker yang terkait dengan perdagangan minyak Rusia sejak akhir tahun lalu.





