Petinju Tak Terkalahkan Christian Mbilli Calon Perusak Takhta Canelo

Petinju tak terkalahkan Christian Mbilli lawan berbahaya bagi Saul Canelo Alvarez . Siap atau tidak, tempat Christian Mbilli untuk Saul Canelo Alvarez. Rekor Christian Mbilli tetap saja tak tercela 28-0 dan juga dengan pertarungan pembuktian lainnya yang dimaksud kemungkinan besar akan terjadi, pertarungan melawan Saul Canelo Alvarez pada tahun 2025 tampaknya semakin dekat.
Christian Mbilli (28-0, 23 KO) mengalahkan mantan penantang penghargaan juara dunia kelas menengah Sergiy Derevyanchenko pada Hari Sabtu waktu malam di tempat ESPN, serta menempatkannya pada kedudukan yang dimaksud diharapkan sejumlah orang untuk menghadapi penantang penghargaan juara dunia kelas menengah super, Jaime Munguia. Apabila Munguia (43-1, 34 KO) berhasil mengalahkan Erik Bazinyan pada tanggal 20 September di dalam Glendale, Arizona. “Sulit untuk memaksa Canelo melakukan sesuatu, namun kami tahu Canelo akan menanggapi tantangan,” kata promotor Mbilli, Bob Arum.
Pada episode “Top Stories” ProBox TV hari Senin, analis serta mantan pemegang penghargaan juara dunia Timothy Bradley Jr. kemudian Chris Algieri, yang dimaksud keduanya bekerja untuk ESPN dalam Quebec City, Kanada, dan juga menyaksikan Mbilli dengan cermat, menimbang prospeknya.
”Apakah ia orangnya, sejauh, ‘Apakah ia akan menjadi lawan Canelo berikutnya?” Algieri bertanya tentang Mbilli yang mana berasal dari Prancis, yang juga berasal dari Kamerun. “Ya, apakah ia orangnya, seperti yang mana dikatakan anak-anak? Tidak, saya mengawasi begitu sejumlah kekurangan teknis. Ia bertarung melawan pria berusia 38 tahun dengan satu tangan [setelah cedera pada ronde keempat melawan Derevyanchenko] lalu masih rutin terkena pukulan, terkadang terluka di tempat bagian tubuh, kemudian ia kelelahan.
“Anda harus melihat, mesin itu tiada serupa seperti pada waktu melawan kompetitor yang digunakan tambahan rendah.”
Dan Mbilli telah dilakukan berada di area sana dengan berbagai kompetisi yang lebih tinggi rendah sebelum hari Sabtu. Algieri menyatakan bahwa Mbilli harus memperketat celah-celah yang disebutkan atau merekan akan terekspos oleh individu juara – apakah itu mantan pemegang sabuk 154 pon Munguia atau juara empat divisi yang terkenal dalam Meksiko dengan rambut merah.
“Pukulannya yang mana besar serta lebar, gerakannya yang dimaksud maju ke depan, kedudukan di dalam depan lawan, cara membungkuknya, [rentan terhadap] uppercut… ia bersandar pada kaki depannya,” kata Algieri. “Sejauh ia mengambil alih divisi ini, saya bukan melihatnya.”
Bradley menyatakan pada Algieri, “Saya mengawasi celah yang mana anda lihat,” namun berdasarkan energi, kekuatan lalu peluang Mbilli, ia masih ingin meninjau Alvarez-Mbilli.
Saat kita menanti laga Alvarez-Edgar Berlanga yang tersebut kemungkinan besar akan berlangsung satu arah pada tanggal 14 September di area Las Vegas, sebuah pertandingan melawan penantang peringkat teratas kelas menengah super WBC ini nampaknya akan lebih banyak menarik. Dan itulah mengapa Bradley mengakui bahwa ia telah lama melakukan “psikologi terbalik” dengan mengungkapkan di siaran ESPN bahwa Alvarez akan menjauhi Mbilli.
“[Mbilli] akan menjadi lawan yang tersebut tangguh bagi siapapun,” kata Bradley. “Anda dapat menempatkannya di dalam melawan ring melawan Canelo lalu ia akan sulit. Dia jelas berbahaya. Dia mempunyai kecepatan tinggi. Dia memiliki kekuatan pukulan. Dia sanggup menekan Canelo.”
Bradley memprediksi Alvarez akan menang berkat keahliannya di menyerang balik serta ketenangannya.”Canelo mungkin saja akan terlambat menghentikannya,” kata Bradley. “Namun, anak itu layak mendapatkan perebutan gelar, juga itu kemungkinan besar akan terjadi.”






