Nasional

Nawawi Pomolango: KPK Bukan Bayi Kandung Pemerintahan Megawati tapi Lahir Tuntutan Reformasi

JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) Nawawi Pomolango mengkritik anggapan KPK anak kandung pemerintahan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri . Menurutnya, KPK lahir lantaran tuntutan reformasi.

Nawawi menjelaskan bahwa eksistensi KPK diawali sejak terbitnya UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Dalam Pasal 43 UU 31 1999 Tentang Tipikor itu ayat 1-nya menyebutkan di waktu paling lambat dua tahun sejak berlakunya undang-undang ini, maksudnya UU 31 1999, dibentuk Komisi Pemberantasan Korupsi,” kata Nawawi pada diskusi bertajuk ‘Bertahan Arungi Gelombang’ dalam Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/9/2024).

Berdasarkan aturan tersebut, kata Nawawi, seharusnya KPK lahir pada Agustus 2001. Namun, KPK tak kunjung dibentuk lantaran sejumlah pihak yang mana bukan menginginkan peluncuran KPK pada waktu itu. “Barangkali ada 2/3 dari para kumpulan di tempat warga republik ini masih belum menghendaki bayi itu (KPK) lahir, meskipun itu sudah ada diperintahkan oleh undang-undang,” ujarnya.

Nawawi melanjutkan, kemudian para aktivis pegiat antikorupsi terus berjuang untuk terbentuknya KPK. Akhirnya KPK terbentuk pada 27 Desember 2002 dengan UU 32 Tahun 2002.

“Setelah melintasi 1 tahun 4 bulan, itulah baru kemudian lahir namanya Komisi Pemberantasan Korupsi,” ucapnya.

Akan hal itu, Nawawi menegaskan KPK bukanlah anak kandung Pemerintahan Megawati.

“Lahirnya di area zaman pemerintahan Megawati, tetapi bayi ini lahir (KPK) akibat tuntutan reformasi, jadi tolong jangan dibolak balik, bayi ini adalah bayi reformasi, bayi yang digunakan sebab tuntutan reformasi dilahirkan pada zaman pemerintahan Megawati, itu yang digunakan benar. Jangan dibalik, seakan-akan bayi ini anak kandung pemerintah Megawati yang dimaksud lahir pada zaman reformasi, jangan dibalik seperti itu,” kata Nawawi.

“Bayi ini adalah bayi reformasi lalu lahir di area zaman pemerintahan Megawati, tidak bayi kandung pemerintahan Megawati yang digunakan lahir di tempat zaman reformasi, jangan dibalik-balik,” katanya.

Related Articles

Back to top button
gates of olympus dan efek visual yang mendukung tema dewa yunani mbggates of olympus mengenal elemen mitologi dalam konsep permainannya mbgadmin mimin bongkar strategi juara mahjong ways di bosggcara slot online terukur berbasis kontrol lebih konsistenmahjong ways membahas simbol yang sering muncul dalam runtuhan mbgthai river wonders mengenal pasar terapung tr3admin mimin menganalisis fitur mahjong ways 2 untuk memahami alur permainanartikel adaptif mbg membahas freespin liar lucky neko dan petirgates of olympus dan pergeseran tren pemain game di platform digital mbggates of olympus hadirkan bonus storm 192 mode dengan multiplier tinggipenelitian matematis adaptif fokus kajian mengupas fenomena transformasi dinamislucky neko dan detail grafis yang mendukung tema jepang mbgeksplorasi mbg mengamati gates of olympus secara komprehensifartikel argumentatif mbg membahas freespin the dog house bercahayaarsitektur teknologi memberikan ruang fleksibel baru bagi mahjong ways 2gates of olympus hadirkan bonus petir zeus spesial dengan multiplier menarikanalisis rupiahgg mengenai perkembangan teknologi finansial terbarubongkar kebiasaan gacor starlight princess melalui riset mbgspaceman panduan fitur multiplayer dan chat realtime sp5langkah nyata penghijauan kota dalam fokus rupiahggadmin mimin buka rahasia menang mahjong ways tiap hari di bosggcandy blitz menganalisis anak krakatau melalui data pengamatan yang terukuranalisis kreatif mbg mengupas petir dan freespin wild bounty showdownpengamatan komunitas seputar fitur petir dan gates of olympus mbg