Nasional

Kanada berhasil hindari dampak terburuk tarif Negeri Paman Sam

Trenton, Kanada – Kanada berhasil mencegah sepenuhnya ancaman tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu, namun dampaknya kekal cukup besar sehingga akan merugikan jutaan warga Kanada.

Tarif sebesar 10 persen untuk barang-barang berdasarkan Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) berhasil dihindari, tetapi barang-barang lain yang digunakan tiada tercakup pada perjanjian yang disebutkan akan dikenakan tarif sebesar 25 persen dan juga 10 persen untuk energi dan juga kalium.

Selain itu, akan ada tarif sebesar 25 persen untuk impor mobil asing mulai pukul 12.01 dini hari Kamis, juga tarif sebesar 25 persen untuk baja serta aluminium Kanada masih berlaku.

Meskipun Kanada serta Meksiko tampaknya sudah lolos dari tarif terburuk yang dimaksud disampaikan pada "Hari Pembebasan," sebagaimana Trump menyebutnya, dampaknya akan terasa, dan juga Awal Menteri Kanada Mark Carney berjanji untuk membalas.

"Kami akan berhadapan dengan tarif ini (dan) kami akan mendirikan kegiatan ekonomi terkuat ke G7," janji Carney pada pidato singkat untuk wartawan sebelum hadir di rapat komite kabinet mengenai hubungan Kanada-AS.

Namun, ia memaparkan bukan diragukan lagi bahwa dengan keadaan seperti ini, akan ada dampak negatif pada Kanada.

"Akan ada dampak pada jutaan warga Kanada dalam seluruh negeri," kata Carney, seraya menambahkan bahwa ia akan memberlakukan tindakan balasan "dengan tujuan dan juga kekuatan" sambil menciptakan dukungan bagi para pekerja yang digunakan terkena dampak buruk.

Carney menyatakan Trump telah terjadi mengubah keadaan ke seluruh dunia.

"(Trump) sudah mengubah sistem perdagangan internasional secara mendasar," katanya.

Carney diperkirakan akan menyampaikan tanggapan yang mana lebih lanjut rinci terhadap rakyat setelahnya bertemu dengan perdana menteri dari 10 provinsi lalu tiga wilayah Kanada pada Kamis.

Sumber: Anadolu

Artikel ini disadur dari Kanada berhasil hindari dampak terburuk tarif AS

Related Articles

Back to top button