Guntur Soekarnoputra: Kami Inginkan Rehabilitasi Nama Baik Bung Karno

JAKARTA – Keluarga Bung Karno tak mempersoalkan menghadapi pendongkelan Soekarno dari jabatan Presiden Pertama RI. Mereka pun tak akan menuntut keadilan di dalam muka hukum menghadapi pendongkelan tersebut.
Hal yang dimaksud disampaikan putra sulung Bung Karno , Guntur Soekarnoputra , ketika menyampaikan sambutan di dalam acara penyerahan surat tak berlakunya TAP MPRS Nomor XXXIII Tahun 1967 oleh MPR RI terhadap keluarga Bung Karno, dalam Gedung MPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, DKI Jakarta Pusat, Mulai Pekan (9/9/2024).
“Kami sekeluarga telah lama bersepakat bukan akan mempersoalkan, apalagi menuntut ketidakadilan di tempat muka hukum terhadap apa yang pernah dialami Bung Karno yang dimaksud pada pada waktu ini,” kata Guntur.
Kendati demikian, Guntur berkata, keluarga juga rakyat yang dimaksud mencintai Bung Karno ingin adanya rehabilitasi nama baik ‘Bapak Bangsa’ itu melawan tuduhan pengkhianat negara.
“Kami sekeluarga dan juga rakyat Indonesia yang patriotik, nasionalis yang tersebut mencintai Bung Karno inginkan ketika ini adalah rehabilitasi-rehabilitasi nama baik Bung Karno, berhadapan dengan kuduhan sebagai manusia pengkhianat bangsa,” tutur Guntur.
Guntur pun menjelaskan, keinginan itu tidak hanya saja untuk nama baik Bung Karno maupun anak hingga cicitnya. Lebih penting dari itu, semua adalah bagi kepentingan pengerjaan mental dan juga karakter bangsa khususnya bagi generasi penerus bangsa ini.
“Bagaimana mereka bisa jadi mengambil suritauladan dari para pejuang dan juga pemimpin bangsanya yang dimaksud terdahulu, apabila mereka itu harus diajarkan bahwa proklamator kemerdekaan bangsa merekan sendiri adalah seseorang pengkhianat. Bagaimana logikanya?” katanya.
Kendati demikian, Guntur menyampaikan, keluarga Bung Karno sudah pernah setuju untuk memaafkan berhadapan dengan semua hal yang terjadi. Tujuannya, kata dia, untuk persatuan dan juga kesatuan bangsa juga demi masa depan generasi muda yang digunakan akan melanjutkan estafet kepemimpinan negara ini.
“Kami sekeluarga telah lama bersepakat untuk, catat, memaafkan semua yang terjadi pada masa lalu menyangkut perlakuan terhadap diri Bung Karno kemudian keluarganya. Akan tetapi kami tiada ingin apa yang digunakan dialami oleh Bung Karno yang disebutkan tidak ada boleh lagi terjadi pada siapa pun juga setiap warga negara, termasuk terhadap manusia pemimpin bangsa sekalipun, harus diperlakukan sejenis pada mata hukum, sekali lagi, harus diperlakukan serupa di tempat mata hukum,” tandas Guntur.



