Gulingkan Dolar AS, Lebih 50 Negara Bisa Terima Sistem Pembayaran BRICS

JAKARTA – BRICS bersiap menciptakan sistem pembayaran independen untuk menyelesaikan kegiatan lintas batas pada antara negara-negara anggota. Sistem pembayaran baru ini tiada akan mengintegrasikan dolar Amerika Serikat ke pada mekanisme yang disebutkan namun diselesaikan pada mata uang lokal.
Dolar Negeri Paman Sam dapat dikirim ke jalur penurunan juga menguatkan mata uang asli negara-negara berkembang. Kemungkinan terjadinya hiperinflasi pada pada negeri tetap memperlihatkan tinggi jikalau Amerika Serikat gagal mengimpor dolar ke seluruh dunia.
Negara-negara berprogres ingin memutuskan hubungan dengan dolar Amerika Serikat dengan harapan dapat menggulingkan dolar Amerika Serikat sebagai mata uang cadangan dunia. Sistem pembayaran BRICS dapat menjadi kendaraan yang dapat memenuhi aspirasi keuangan negara-negara berkembang.
Sekitar 47 negara pada waktu ini sudah menyatakan minat mereka untuk bergabung dengan aliansi BRICS sebelum KTT 2024. Semuanya adalah negara-negara mengalami perkembangan yang berasal dari Asia, Afrika, Amerika Selatan, juga Eropa Timur.
Ambisi yang digunakan baru ditemukan adalah untuk menguatkan mata uang lokal mereka serta tak bergantung pada dolar Negeri Paman Sam untuk perdagangan. Oleh akibat itu, sistem pembayaran BRICS yang dimaksud akan datang dapat memenuhi permintaan merekan juga bermanfaat bagi mata uang lokal untuk perdagangan.
Ketua Dewan Federasi Rusia Valentina Matviyenko menyatakan sistem pembayaran BRICS dapat meyakinkan negara-negara tumbuh lainnya untuk mulai menggunakannya di pembayaran perdagangan lalu mengakhiri ketergantungan pada dolar AS. Ia menyatakan bahwa mekanisme pembayaran baru ini bukanlah lagi sekedar ide, tetapi akan segera menjadi kenyataan.
“Ini bukanlah lagi hanya sekali sebuah ide, ini akan segera diwujudkan,” ujar ia dilansir dari Watcher Guru, Kamis (22/8/2024).
“Saya berharap sistem yang telah lama diciptakan oleh BRICS akan menjadi sebuah tren, sebuah contoh yang dimaksud bukan hanya saja dihadiri oleh oleh negara-negara BRICS, namun juga oleh negara-negara lain,” tandasnya.





