Info Tekno

BRIN Perkuat Identifikasi Sampah Antariksa: Lindungi Satelit dan Keamanan Nasional

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem identifikasi sampah di luar angkasa. Upaya ini krusial untuk menjaga keamanan satelit dan mencegah dampak negatif pada aktivitas luar angkasa.

Ancaman Sampah Antariksa Global dan Dampaknya pada Indonesia

Dalam talkshow bertajuk “Space Situational Awareness” di Indo Defence Expo & Forum ke-10, Peneliti Ahli Utama BRIN, Thomas Djamaluddin, menyoroti isu sampah antariksa sebagai masalah global yang kian memburuk. Peningkatan jumlah objek antariksa di orbit, mulai dari peninggalan roket hingga pesawat antariksa, berpotensi menimbulkan tabrakan satelit yang masih beroperasi atau bahkan membahayakan astronot.

Thomas juga menekankan bahwa Indonesia memiliki kerentanan tinggi terhadap jatuhnya sampah antariksa. “Indonesia memiliki wilayah geografi yang sangat luas dan berada di jalur lintasan orbit satelit dan space debris. Itu sebabnya pemantauan space debris harus menjadi prioritas nasional,” kata Thomas, dikutip pada Jumat, 13 Juni. Lokasi geografis Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa dan tepat di jalur lintasan orbit menjadikannya rentan terhadap insiden ini.

Sejarah Insiden Sampah Antariksa di Indonesia dan Upaya BRIN

  • Sebagai bukti, Thomas menjelaskan bahwa Indonesia telah mengalami insiden jatuhnya serpihan objek antariksa sebanyak enam kali sejak tahun 1981. Serpihan roket ini pernah jatuh di:
  • Gorontalo (1981)
  • Lampung (1988)
  • Bengkulu (2003)
  • Madura (2016)
  • Sumatera Barat (2017)
  • Kalimantan (2021-2022)

Serpihan tersebut berasal dari roket milik Uni Soviet, China, dan Amerika Serikat. Dengan terus meningkatnya peluncuran roket global, risiko sampah antariksa jatuh di bumi, khususnya di Indonesia, diprediksi akan ikut meningkat. Oleh karena itu, Pusat Riset Antariksa BRIN berkomitmen untuk terus mengamati sampah antariksa secara aktif.

Inovasi BRIN dalam Pemantauan Sampah Antariksa

BRIN telah mengembangkan kemampuannya dalam memantau sampah antariksa secara signifikan:

  • Sejak 2001: BRIN telah memanfaatkan perangkat lunak daring dan data dari Space Track.
  • Tahun 2009: Sistem pengamatan ditingkatkan dengan pengembangan perangkat lunak Track-it untuk analisis lintasan objek antariksa.

Tahun 2022: “Kami berhasil membangun sistem observasi fotometrik dengan teleskop kecil di Kupang. Sistem ini telah menghasilkan hampir 100 kurva cahaya dari berbagai obyek antariksa, termasuk satelit komunikasi bekas milik Indonesia yang sudah tidak aktif,” jelas Thomas.

Dengan berbagai inovasi dan komitmen ini, BRIN berupaya keras untuk menjaga keamanan ruang angkasa, melindungi aset satelit, dan mengurangi risiko dampak sampah antariksa bagi Indonesia dan dunia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
racikan mbg menelusuri gates of olympus dengan metode analitisriset empiris mbg membahas hujan emas lucky neko yang meledakpgsoft menyajikan animasi kreatif dengan tampilan futuristik modernperkembangan aplikasi lokal yang diapresiasi rupiahggmahjong ways dan peran animasi dalam meningkatkan pengalaman visual mbgkajian mahjong ways 2 mengenai harga minyak melalui data terukur terkiniwild bandito evaluasi sistem multi payout kaskade wb6strategi slot online analitik berbasis ritme lebih stabilpola terbaru mahjong ways 2 yang lagi gacor di bosggpendekatan mbg mengamati wild bandito secara objektif dan terukurterungkap pola gacor mahjong wins 2 hari ini dari user setia kpkggsuper scatter menghadirkan efek cepat instan dengan sensasi berbedasuper scatter menghadirkan kejutan instan dengan efek cepat responsifstrategi pemain bosgg tembus jp wahjong ways 2 dengan modal tipissuper scatter sajikan bonus ultra 70 mode dengan mekanisme baruriset integral mbg menilai scatter emas the dog house yang liarkarhutla dan sweet bonanza dikaji lewat pendekatan teknis yang terarahperkembangan startup lokal dalam catatan rupiahgg