Bantah Kabar Viral, UI Klaim Tidak Menemukan Indikasi Kebocoran Fakta pada Server
Jakarta – Viral di media sosial X, yang tersebut dulu bernama Twitter, ihwal kebocoran data milik Universitas Indonesia (UI). Berita ini pertama kali dipublikasikan oleh akun @FalconFeedsio pada Kamis, 18 Juli 2024, juga telah dilakukan dilihat lebih banyak dari 111 ribu pengguna X. Kendati demikian, UI membantah dugaan yang disebutkan serta mengklaim tiada menemukan adanya indikasi kebocoran data pada servernya.
“Kami menerima sejumlah pertanyaan terkait informasi yang dipublikasi salah satu akun X. Disebutkan data yang dibobol meliputi informasi pribadi seperti nomor registrasi, identitas, nama, tempat lahir, email, latar belakang pendidikan, dan juga lain-lain,” ujar Universitas Tanah Air disitir dari portal resminya, Senin, 22 Juli 2024.
Pihak UI mengklaim sudah pernah melakukan pengecekan lalu penelusuran secara komprehensif akan informasi yang beredar dalam media sosial X tersebut. “Sampai dengan ketika ini, kami menyampaikan tiada ada indikasi kebocoran data yang tersebut tersimpan pada beberapa sistem yang mana dimiliki UI, termasuk data dari Center for Independent Learning (CIL) yang tersebut fotonya dimunculkan di wadah sosial media itu.”
UI merasa unggahan yang tersebut mengklaim adanya indikasi kebocoran data ini mengakibatkan kesan yang tersebut meresahkan ke masyarakat. Menurut pihak kampus, pada kenyataannya tidak ada ada indikasi kebocoran data yang digunakan ada pada sistem UI, diantaranya CIL.
“Kami mengucapkan terima kasih terhadap warga serta rekan-rekan media menghadapi perhatian terhadap berita ini. Kejadian ini menyokong kami untuk meningkatkan pengamanan terhadap sistem informasi kemudian data yang ada di Universitas Indonesia,” ucap pihak UI pada web resminya.
Selain dugaan kebocoran data di UI, akun X @FalconFeedsio juga mengabarkan kalau proyek pembangunan ekonomi dan juga izin usaha milik Kementerian Investasi/Badan Kerjasama Penanaman Modal (BKPM) diduga telah lama bocor ke pangsa gelap atau dark web pada Minggu, 21 Juli 2024.
@FalconFeedsio salah satunya salah satu akun X penghubung komunikasi antara peretas Pusat Fakta Nasional Sementara atau PDNS2 Surabaya dengan pengguna media sosial. Sistem ini juga mengklaim dirinya sebagai intelijen keamanan siber dan juga penyalur informasi dari dark web.
Kredibilitas informasi dari @FalconFeedsio diakui oleh Pakar Keselamatan Siber kemudian Forensik Digital, Alfons Tanujaya. Menurut dia, penggerak dari peretasan itu sanggup dipicu oleh server yang tersebut tidak ada aman maupun budaya backup data yang mana masih diabaikan oleh tim keamanan ke portal tersebut.
“Kemungkinan besar sih akurat informasinya. Kenapa bisa jadi terjadi? besar kemungkinan disebabkan oleh server atau backup data yang tersebut tidaklah dikelola dengan baik,” ujar Alfons ketika dihubungi Tempo.
Menurut Alfons, di mengurus data harus dihadiri oleh dengan standar keamanan yang tertuang pada ISO 27001 untuk mengatur sistem manajemen informasi. Standar ini dirilis oleh International Organization for Standardization (ISO) juga International Electrotechnical Commission (IEC). ISO 27001 disebut memberikan kerangka kerja serta pedoman untuk mengatur risiko keamanan informasi di suatu organisasi atau perusahaan.
Artikel ini disadur dari Bantah Kabar Viral, UI Klaim Tidak Menemukan Indikasi Kebocoran Data di Server






