Banjir Gorontalo Masih Berlanjut Disebabkan Curah Hujan yang digunakan Tinggi
Jakarta – Wilayah Gorontalo hingga Hari Sabtu malam, 13 Juli 2024 masih digenangi banjir yang dimaksud disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Diperkirakan wilayah yang disebutkan akan terus diguyur oleh hujan lebat hingga seminggu ke depan.
Dikutip dari Antara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahmud Baderan mengungkapkan banjir yang tersebut muncul sejak Rabu, 10 Juli 2034 semakin meluas. Hingga pada waktu ini total dari sembilan kecamatan, banjir telah terjadi meluas hingga ke enam kecamatan di wilayah Daerah Perkotaan Gorontalo.
Wilayah Kecamatan Dumbo Raya lalu Perkotaan Barat menjadi wilayah paling parah yang dimaksud digenangi oleh banjir dengan ketinggian air dalam berhadapan dengan 50 sentimeter.
“Seluruhnya bertemu ke Pusat Kota Gorontalo sehingga berdampak terjadinya banjir,” kata Mahmud.
Curah hujan yang digunakan besar ini telah berjalan sejak bulan Juni berikutnya tepatnya curah hujan besar sejak 23 Juni 2024, kemudian banjir lagi pada 27 Juni, hingga terus berulang pada 3 kemudian 4 Juli.
Hingga kemarin posisi pengungsian pada beberapa titik telah disiapkan oleh pemerintahan Perkotaan (Pemkot) Gorontalo, diantaranya sebagai Kantor Wali Kota, Aula Rumah Dinas Wali Kota, Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG), SMK Negeri 1 kemudian SMK 3 Daerah Perkotaan Gorontalo, SDN 38 juga 341 Gorontalo, dan juga Gedung Nasional Daerah Perkotaan Gorontalo.
“Kami mengimbau penduduk yang mana terdampak agar dapat mengungsi ke tempat aman atau dalam tempat pengungsian yang tersebut sudah pernah disiapkan maupun dapat mengungsi ke rumah keluarga yang tersebut bukan terdampak,” himbau Pemerintahan Daerah Perkotaan Gorontalo.
Wilayah yang masih terdampak banjir dalam Daerah Perkotaan Gorontalo, per Sabtu, 13 Juli 2024, pukul 11.00 WITA. Lembaga Salam Puan
Pengerahan Organisasi Alat Daerah (OPD) juga ikut serta di merancang dapur umum kemudian menyiapkan makanan saji bagi warga terdampak.
Banjir yang tersebut mengenangi beberapa kecamatan seperti Tilango, Telaga Jaya, Limboto, Tabungo, dan juga Batudaa setidaknya berdampak terhadap 2.316 kepala keluarha, 7.888 jiwa dan juga 2.033 unit rumah.
Berdasarkan liputan Tempo, selain berdampak untuk ribuan jiwa, banjir juga menyebabkan terjadinya longsor khususnya pada Kawasan tambang emas rakyat dalam Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Wilayah Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Longsor yang dimaksud menyebabkan orang yang terluka meninggal sebanyak 26 warga serta orang yang terdampar selamat banyaknya 280 orang. Sementara, dinyatakan ada 19 penduduk yang tersebut masih berstatus hilang. “Dengan demikian, pada hari ini total penderita longsor ke kawasan tambang rakyat itu tercatat sebanyak 325 orang,” ujar Kepala Kantor Pencarian kemudian Pertolongan Gorontalo, Hariyanto, pada Jumat, 12 Juli 2024.
AULIA SABRINI SARAGIH | ZACHARIAS WURAGIL | ANTARA
Pilihan editor: Top 3 Tekno: BMKG Soal Ombak 4 Meter, Hujan di dalam Gorontalo juga Gempa Terkini
Artikel ini disadur dari Banjir Gorontalo Masih Berlanjut Disebabkan Curah Hujan yang Tinggi






