Bisnis
Pemkab Morut layani 1.043 kelompok bidang usaha lewat inisiatif BKK

Dari total 1.043 kelompok perniagaan terlayani kegiatan BKK, terdapat 678 kelompok berpartisipasi kemudian berkembang, kemudian 365 kelompok membutuhkan pembinaan
Morowali Utara, Sulteng –
Pemerintah Daerah Morowali Utara (Pemkab Morut), Sulawesi Tengah melayani 1.043 kelompok usaha di desa lewat kegiatan bantuan keuangan khusus (BKK) yang merupakan salah satu kegiatan prioritas pemerintah setempat.
"Jumlah kelompok usaha itu terhitung sejak 2022 hingga 2023," kata Wakil Pimpinan Daerah Morowali Utara Djira di dalam Kolonodale, Kamis.
Ia menjelaskan, acara digulirkan pada 2022 dengan plafon anggaran bersumber dari Anggaran Pendapatan kemudian Belanja Daerah (APBD) Morowali Utara senilai Rp300 jt setiap desa, dengan rincian Rp100 jt untuk kelompok usaha pemuda, Rp100 jt untuk kelompok perniagaan perempuan lalu Rp100 jt untuk kelompok bisnis tani/nelayan.
Program ini dicetuskan untuk membantu meningkatkan ketahanan sektor ekonomi warga desa, termasuk upaya pemerintah pada meningkatkan kesejahteraan mereka sehingga terlepas dari kemiskinan.
"Dari total 1.043 kelompok bidang usaha terlayani acara BKK, terdapat 678 kelompok terlibat kemudian berkembang, kemudian 365 kelompok membutuhkan pembinaan," ujarnya.
Guna optimalisasi pelaksanaan BKK, ia minta pasukan yang tersebut telah lama dibentuk terkait inisiatif acara yang disebutkan mengevaluasi secara tuntas juga merumuskan permasalahan yang dimaksud dihadapi masyarakat, supaya pemberian bantuan modal untuk kelompok usaha benar-benar mencapai sasaran.
Ia memaparkan pada 2024 terdapat 515 proposal diajukan masyarakat dari 97 desa dengan total nilai sebesar Rp29 miliar. Proposal yang dimaksud terlebih dahulu diverifikasi oleh tim khusus acara BBK.
Menurut dia, verifikasi kelompok usaha sangat penting, walau begitu jangan sampai verifikasi yang disebutkan justru mempersulit kelompok
"Kalau ada proposal yang tersebut diajukan kelompok bisnis bukan lolos, segera dikembalikan ke Dinas Pemberdayaan Komunitas serta Desa (PMD) untuk diteliti dan juga dicari solusinya. Tim verifikasi harus melakukan pergerakan cepat supaya warga merasa benar-benar dibantu," ucap Djira.
Sekretaris Dinas PMD Morowali Utara Charles Natanael Toha mengatakan, bagi kelompok usaha berpartisipasi dan juga berprogres dapat mengajukan kembali permohonan bantuan tahun ini, hal itu bermetamorfosis menjadi prioritas di pengembangan usaha di antaranya dengan pemasaran hasil kegiatan bidang usaha mereka.
"Dari hasil pemantauan lalu evaluasi terdapat beberapa kelompok penerima bantuan tahun 2022 juga 2023 yang mana usahanya berkembang, juga memperoleh penghasilan dari bantuan dana BKK," kata dia.
Artikel ini disadur dari Pemkab Morut layani 1.043 kelompok usaha lewat program BKK






