Chrome 155 di Googlebook Kini Memungkinkan Situs Web Dipasang sebagai Aplikasi

Google menghadirkan pembaruan Chrome 155 untuk perangkat Googlebook yang memungkinkan pengguna memasang hampir semua situs web sebagai aplikasi. Fitur ini mulai diluncurkan pada 13 Oktober 2026 melalui Google Play Store dan menjadi peningkatan penting bagi sistem operasi Googlebook berbasis Android. Sebelumnya, hanya situs yang memenuhi persyaratan aplikasi web tertentu yang dapat dipasang secara langsung. Kini, pengguna bisa menjalankan halaman web dalam jendela terpisah, menempatkannya di peluncur aplikasi, serta menyematkannya ke taskbar. Pembaruan TEKNOLOGI ini juga menyempurnakan integrasi akun Google, cookie, izin situs, dan ekstensi Chrome untuk menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih praktis.
Google Hadirkan Chrome 155 dengan Dukungan Instalasi Semua Situs Web
Perusahaan teknologi Google menghadirkan peningkatan kemampuan aplikasi web melalui Chrome 155. Google mengumumkan perubahan ini pada 13 Oktober 2026 sebagai bagian dari penyempurnaan Chrome pada sistem operasi Googlebook. Dengan pembaruan Chrome M155, situs tanpa konfigurasi aplikasi khusus kini bisa dijalankan sebagai aplikasi tersendiri. Kemampuan baru ini membuat situs yang dipasang tidak harus tampil sebagai tab browser biasa. Fitur baru tersebut relevan sebab banyak layanan online belum menyediakan aplikasi khusus untuk Googlebook. Dengan pendekatan tersebut, website yang sering digunakan dapat diakses dengan cara lebih praktis.
Dalam implementasi awal sistem operasi Googlebook, fitur Install hanya tersedia untuk situs yang dikonfigurasi sebagai aplikasi web. Persyaratan tersebut berkaitan dengan konfigurasi manifest aplikasi web. Jika situs tidak dirancang sebagai aplikasi web, Chrome biasanya hanya membuat pintasan menuju tab browser. Dalam keterangan resminya, perusahaan menyebutkan bahwa, mekanisme awal memang dirancang membedakan aplikasi web dan shortcut. Namun demikian, pengembang Chrome menghadirkan mekanisme aplikasi web yang lebih terbuka. Dengan kebijakan instalasi terbaru, pengelolaan layanan web menjadi lebih terintegrasi.
Langkah Mengubah Halaman Internet Menjadi Web App di Googlebook
Ketika ingin memasang sebuah website, pastikan perangkat Googlebook menjalankan Chrome 155 atau versi lebih baru. Setelah persyaratan tersebut terpenuhi, buka aplikasi Chrome pada Googlebook. Pada tahap berikutnya, kunjungi situs yang ingin dipasang. Apabila situs yang diinginkan sudah tampil, buka tombol pengaturan menu Chrome. Kemudian, masuk ke pilihan Save and share. Dalam pilihan penyimpanan halaman, cari Install and create shortcut. Ketika perintah instalasi dijalankan, selesaikan pemasangan sesuai instruksi pada layar.
Dalam halaman dengan konfigurasi aplikasi web yang sesuai, ikon pemasangan dapat terlihat di sisi kanan address bar. Jika ikon pemasangan muncul, pengguna dapat menggunakannya tanpa membuka menu tambahan. Sesudah konfirmasi instalasi diberikan, aplikasi web akan tersedia dalam app launcher Googlebook. Selanjutnya, web app dapat dijalankan, melalui jendela tersendiri yang terpisah dari tab biasa. Untuk pengguna yang pernah membuat shortcut sebelumnya, menghapus pintasan lama sebelum memasang ulang website. Cara ini berguna untuk pengelolaan ikon website menjadi lebih rapi.
Memastikan Fitur Instalasi Web App Sudah Tersedia pada Googlebook
Google mendistribusikan pembaruan Chrome 155 melalui Google Play Store yang menyediakan pembaruan browser untuk sistem Googlebook. Distribusi versi baru dimulai sejak 13 Oktober 2026 sehingga sebagian pengguna mungkin menerimanya lebih dahulu. Sebagai langkah memperoleh versi terbaru, jalankan Play Store pada Googlebook. Sesudah itu, ketik nama Chrome pada kolom pencarian. Apabila tombol Update tersedia, jalankan pembaruan sesuai instruksi. Setelah pembaruan selesai, buka kembali Chrome untuk memeriksa fitur instalasi.
Untuk memastikan nomor versi browser, gunakan aplikasi Settings yang tersedia. Sesudah masuk ke Settings, pilih Apps. Selanjutnya, masuk ke See all apps. Cari aplikasi Google Chrome yang tersedia, lalu akses informasi aplikasinya. Di area informasi versi, versi aplikasi akan terlihat. Rilis Chrome yang dijadikan acuan Google adalah 155.0.8059.79 atau build yang lebih tinggi. Jika perangkat masih menggunakan build sebelumnya, pengguna dapat memeriksa pembaruan kembali melalui Play Store.
Chrome 155 Hadirkan Login dan Pengaturan Browser yang Terhubung
Salah satu keunggulan pembaruan ini adalah kemampuan menempatkan layanan web pada lingkungan desktop. Website yang telah dipasang tersedia melalui app launcher. Setelah ikon web app tersedia, pengguna dapat menempatkan aplikasi pada area akses cepat. Dengan demikian, layanan online lebih mudah dijalankan dari ikon aplikasi. Di samping kemudahan akses, setiap web app dapat berjalan dalam jendela sendiri. Pengaturan ini memungkinkan memisahkan aktivitas kerja berdasarkan aplikasi.
Chrome 155 juga mempertahankan integrasi dengan akun Google dan pengaturan browser yang digunakan. Google menjelaskan bahwa, aplikasi terpasang menggunakan integrasi masuk akun yang sama. Integrasi tersebut turut mencakup, pengaturan cookie serta permission website tetap terhubung. Ekstensi Chrome yang telah terpasang juga mendukung aktivitas situs yang dibuka sebagai aplikasi. Dalam penggunaan tertentu, situs yang menggunakan sesi login yang sama bisa terbuka tanpa autentikasi ulang. Meski berbagi konfigurasi browser memberikan kemudahan, pengguna tetap perlu menjaga keamanan akun dan izin website.
Perbedaan Web App, Shortcut, dan Aplikasi Android di Googlebook
Penggunaan fitur instalasi Chrome berbeda dari menginstal program desktop yang memiliki komponen lokal lengkap. Aplikasi web tetap mengandalkan teknologi serta mesin browser. Perbedaan utamanya terletak pada kemudahan akses menggunakan ikon mandiri. Adapun shortcut biasa, tidak selalu menyediakan pengalaman jendela tersendiri. Melalui mekanisme pemasangan yang diperluas, website tanpa manifest aplikasi juga dapat memperoleh jendela mandiri. Meski tampilannya menyerupai aplikasi, fitur situs tetap ditentukan oleh layanan web itu sendiri.
Dalam menilai kemampuan web app, tidak seluruh layanan dapat bekerja tanpa koneksi. Beberapa aplikasi web mendukung kemampuan membuka konten tertentu secara offline. Namun, layanan tetap bergantung pada akses internet. Hal serupa berlaku bagi fitur sistem yang membutuhkan dukungan tambahan. Walaupun situs dapat dipasang sebagai aplikasi, fitur lanjutan tetap membutuhkan dukungan teknis dari website. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, setiap aplikasi web sebaiknya diperiksa sebelum dijadikan alat kerja utama.
Googlebook Semakin Fleksibel Berkat Pembaruan Chrome M155
Pembaruan Chrome 155 untuk Googlebook menunjukkan upaya Google meningkatkan pengalaman penggunaan perangkat berbasis Android. Berkat dukungan pemasangan situs tanpa manifest lengkap, website favorit bisa dibuka seperti aplikasi mandiri. Integrasi dengan app launcher dan taskbar memberikan pengalaman multitasking yang lebih terstruktur. Selain itu, sesi pengguna dan konfigurasi website terintegrasi dengan Chrome. Walaupun pembaruan ini menawarkan kemudahan, ketersediaan fitur tetap bergantung pada dukungan website. Melalui pemahaman tersebut, pengguna dapat memanfaatkan Chrome 155 sesuai kebutuhan.
Pada era TEKNOLOGI komputasi yang semakin terhubung, Chrome 155 membuka peluang penggunaan website yang lebih fleksibel. Kemampuan tersebut relevan untuk pemilik Googlebook yang membutuhkan aplikasi berbasis internet. Melalui distribusi Chrome versi terbaru, fitur dapat digunakan setelah pembaruan kompatibel terpasang. Namun demikian, pengguna harus memilih situs yang dapat dipercaya. Apa pendapat Anda, apakah Anda lebih menyukai aplikasi web dibandingkan tab browser biasa? Mari berbagi pemikiran tentang perkembangan aplikasi web dan perangkat Googlebook.






