Pulo Cinta Tinggal Kenangan, Pemprov Gorontalo Ajak Pemodal Kembangkan Wisata Berkualitas

GORONTALO – Pulo Cinta Eco Resort di tempat Provinsi Gorontalo yang dikenal sebab menyuguhkan suasana romantis bak Maldives sekarang cuma tinggal kenangan. Pulo Cinta terpaksa berhenti beroperasi lantaran kondisi bangunannya sudah ada bukan layak untuk ditempati.
Kerusakan yang digunakan terjadi pada Pulo Cinta terbilang parah dibandingkan objek wisata lain di tempat Gorontalo. Pada 2021, badai besar lalu gelombang tinggi menerjang resort ini hingga menyebabkan kehancuran yang dimaksud sangat parah.
Meski durasi pengelolaan pulau yang disebutkan masih berjalan, pihak pengelola ternyata memutuskan untuk berhenti beroperasi. Padahal, kemungkinan yang mana disuguhkan resort yang dimaksud bukan terbantahkan lagi.
Saat pertama kali dibangun, nama Pulo Cinta dengan segera menyita perhatian rakyat berkat keindahan pantainya yang asri berpadu dengan desain penginapan serta pelayanan berkelas internasional. Kala itu, pada sepanjang garis pantai Kota Boalemo memang sebenarnya belum terlalu terjamah oleh aktivitas wisata.
Permasalahan ini kembali menjadi perhatian Kepala Dinas Wisata Gorontalo Aryanto Husain, mengingat pihaknya pada saat ini berada dalam memacu pengembangan wisata berkualitas.
“Durasi untuk pengelolaannya masih ada, juga kami menyambut baik bila ada penanam modal yang digunakan ingin kembali menghidupkan Pulo Cinta,” kata Aryanto pada waktu temu media di area Kantor Gubernur Gorontalo, baru-baru ini.
Aryanto pun berharap ke depannya Provinsi Gorontalo dapat menarik perhatian para investor. Terlebih pasca diterapkannya Pergub Prov Gorontalo No.6 Tahun 2023 tentang Pendelegasian Kewenangan Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko juga Non Perizinan Kepada Kepala Dinas Penanaman Modal kemudian Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
“Potensi penanaman modal pariwisata di area Gorontalo itu sangat menjanjikan. Pada semester 1 tahun 2024 kami sudah ada menerima pembangunan ekonomi di dalam sektor pariwisata senilai, Rp8,4 miliar. Sementara tahun lalu, di tempat sepanjang tahun 2023 penanaman modal yang digunakan masuk senilai Rp16,4 miliar,” jelasnya.
“Harapan kami mudah-mudahan akan semakin banyak pembangunan ekonomi yang masuk. Namun harus tetap saja memperhatikan value budaya warga Gorontalo,” tandasnya.






